IN MEMORIAM: HASMI
25 DESEMBER
1946 – 6 NOVEMBER 2016
Hasmi, terlahir dengan nama Harya Suryaminata 25 Desember 1946. Ia adalah
seorang komikus, ilustrator, penulis skenario, pemain teater, dan juga aktor. Sebagai seorang komikus, ia banyak menciptakan karakter-karakter
superhero, diantaranya Pangeran Mlaar, Maza, Sembrani, Merpati, Kalong, Jin
Kartuby, dan yang paling populer adalah
GUNDALA.
Gundala diciptakan Hasmi di tahun 1969 dan sempat terbit sebagai komik
sebanyak 23 judul. Bercerita tentang
Sancaka, seorang
peneliti jenius yang menciptakan serum anti petir. Lantaran sibuk dengan
penelitiannya, ia melupakan hari ulang
tahun Minarti, kekasihnya, yang berakibat putusnya hubungan mereka. Sancaka
yang galau berlari di tengah hujan deras dan tersambar petir. Dalam keadaan koma ia ditarik oleh sebuah kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh raja
Kerajaan Petir, dari sanalah ia dibekali kekuatan super: memancarkan petir dari telapak tangannya. Di
edisi-edisi berikutnya, Gundala diceritakan kemudian mendapatkan kekuatan berlari
secepat angin dari Raja Taifun.
Kepopuleran Gundala membuatnya sempat diangkat menjadi sebuah film live action di tahun 1981 dengan aktor Teddy Purba sebagai Sancaka alias Gundala. Dan sampai saat ini, penggemar Gundala masih merindukan diangkatnya kembali Gundala ke layar lebar dalam versi yang lebih modern. Saya besar bersama Gundala. Waktu kecil, diantara banyak superhero luar, Gundala menjadi satu-satunya superhero Indonesia yang saya suka. Dan ketika sempat saya bercita-cita menjadi seorang filmmaker, saya berkhayal bahwa film pertama saya adalah film superhero Gundala.
Ada satu kenangan yang lucu sekaligus membekas. Pertama kalinya saya berbicara dengan Hasmi adalah lewat telepon beberapa tahun yang lalu. Karena tidak tahu apa yang harus diobrolkan, saya mengaku sebagai seorang produser yang tertarik mengangkat Gundala ke layar lebar. Dari situ saya mengenal, bahwa Hasmi adalah orang yang rendah hati dan ramah, ia sangat antusias bercerita tentang Gundala-nya, tentang kerinduannya untuk Gundala kembali hidup di layar lebar atau layar kaca. Meski ia mengakui jalannya masih sulit.
Gundala adalah inspirasi bagi saya untuk berkarya. Mungkin bukan film,
masih terlalu muluk buat saya, tapi Gundala telah membuat saya melahirkan
karakter komik yang saya ciptakan sendiri. Diantaranya adalah Lancah-Maung seorang superhero dari Bandung yang mengambil nama dari
bahasa sunda yang artinya tarantula. Javara dan Zeteor yang merupakan keturunan
legenda Timun Mas. Laskar METEOR yang mengambil latar belakang dongeng dan
sejarah Indonesia. Begitu pula dengan KOMET. Semua karena saya mendengar Hasmi.
Saya yakin, banyak komikus lain yang juga terinspirasi oleh Hasmi,
khususnya terinspirasi oleh Gundala. Dan lihatlah, di hari wafatnya Hasmi,
semua komikus Indonesia menyatakan berkabung.
Selamat jalan, Maestro

No comments:
Post a Comment